Liat Tv Tercanggih

by - 04.02

TV OLED (Organic Light Emitting Diode) buatan LG kembali menyabet gelar The Best TV di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2018 yang diadakan pada tanggal 9 hingga 12 Januari lalu. Hal ini menjadi keberhasilan kali keempat bagi LG, melalui TV OLED-nya untuk memenangkan gelar tersebut.

Keberhasilan TV OLED LG untuk kesekian kalinya pada ajang yang diikuti para pabrikan elektronik dan pemerhati perangkat rumah tangga tersebut dikarenakan adanya Artificial Intelegent (AI)yang memberi interaksi lebih baik dengan penggunanya sebagai corak pengembangannya tahun ini.

Selain adanya AI, ada tiga faktor lain yang membuat TV ini selalu mendapatkan perhatian dari tahun ke tahun dalam penyelenggaraan CES, yaitu

LG memang mencatatkan diri sebagai pengembang panel OLED sejak pertama kali diperkenalkan. Panel OLED memang memiliki keunggulan dan karakteristik khas yang membuatnya melampaui kemampuan LCD atau LED sebagai jenis panel sebelumnya. Oleh karena itu LG tetap konsisten untuk terus mengembangkannya.

Tidak seperti panel LED yang masih menggunakan pencahayaan latar berupa deret lampu LED di belakang panelnya, OLED memiliki kemampuan tiap piksel yang dapat secara organik mengatur tingkat pencahayaannya tanpa perlu lagi deret lampu LED sehingga rasio kontrasnya lebih tinggi. Selain itu, hal tersebut membuat dimensi TV OLED LG sangat tipis sehingga mampu dimanfaatkan LG untuk mengedepankan sisi elegannya.

Teknologi HDR merupakan hal baru yang diadopsi perangkat TV masa kini. Teknologi yang sebelumnya hanya ada pada foto ini begitu diminati karena menghasilkan pencahayaan lebih luas sehingga mampu memberi efek dramatis dari tayangan.

Perbedaan teknologi HDR TV OLED LG dengan lainnya adalah tingkat adopsi HDR-nya yang terluas. Sementara format HDR 10 adalah yang paling banyak ditawarkan oleh kebanyakan pabrikan. TV OLED LG dilengkapi dengan HDR dari Dolby Vision, bahkan HLG yang merupakan standar HDR untuk penerimaan dari stasiun penyiaran (broadcasting).

Teknologi HDR 10 pada kebanyakan TV berkemampuan HDR lainnya hanya menyediakan metadata statis yang hanya memberi informasi dasar sebagai semacam panduan untuk melakukan pemrosesan gambar untuk semua acara. Hal ini pun menyebabkan beberapa adegan tidak dapat tampil dengan warna yang optimal.

Sementara metadata dinamis pada teknologi Active HDR Dolby Vision menjadi kelebihan yang paling signifikan dibanding HDR 10 karena memungkinkan pemrosesan peningkatan gambar menjadi lebih pintar pada setiap adegan. Hal tersebut memastikan tiap warna akan tampil seakurat mungkin pada tingkat kecerahan dan kontras optimal.

Tidak hanya kemampuan visual yang terus ditingkatkan. LG semakin meluaskan kolaborasinya dengan Dolby Laboratories guna menciptakan nuansa keterlibatan yang lebih baik antara pengguna dengan tayangan favoritnya. Dolby Atmos pun dipercaya sebagai tata suara untuk audio TV OLED LG karena reputasinya yang lumrah digunakan sebagai tata suara inovatif di berbagai bioskop kelas premium.

Fitur andalan Dolby Atmos yaitu Object Based Sound dan Full 360 Surround Sound pun turut hadir pada TV OLED LG ini. Kemampuan Object Based Sound pada Dolby Atmos mampu menangkap dan mengenali suara setiap objek secara individual dengan kemampuan maksimal 128 objek. Fitur ini mengubah suara yang ditangkap menjadi suara tiga dimensi dengan menyesuaikan pergerakan objek dalam adegan.

Sementara itu fitur Full 360 surround sound membuat suara akan mengalir ke segala arah. Fitur ini semakin melengkapi kepuasan dengar karena membuat TV mampu memperdengarkan setiap adegan di layar dengan lebih jelas dan tajam ke segala arah.

Ketiga teknologi dan fitur canggih ini terdapat pada TV OLED LG seri 65E7T yang menjadikannya memenuhi semua syarat untuk benar-benar mampu menghadirkan suasana bioskop ke tengah ruang keluarga. Bentang layar lebar dengan kemampuan audio visual yang mengagumkan akan membuat pengalaman menonton TV menjadi semakin seru. Kunjungi tautan berikut untuk informasi lebih mengenai berbagai keunggulan dan spesifikasinya.

You May Also Like

0 komentar